Mengapa minyak sawit mengalami deasidifikasi selama proses pemurnian? Bagaimana cara melakukan deasidifikasi?
Minyak sawit, bahan pokok di pasar minyak nabati global, mengalami proses penyulingan minyak sawit yang rumit untuk memastikan kesesuaiannya untuk konsumsi dan penggunaan komersial. Salah satu tahapan penting dalam proses pemurnian minyak sawit adalah proses deasidifikasi minyak sawit, yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas, stabilitas, dan keamanan minyak sawit. Namun mengapa sebenarnya minyak sawit mengalami deasidifikasi, dan bagaimana proses deasidifikasi minyak sawit dilakukan? Selanjutnya saya akan memperkenalkannya kepada Anda secara detail.
Mesin penyulingan minyak sawit lengkap
Pentingnya proses deasidifikasi minyak sawit:
Proses deasidifikasi minyak sawit diperlukan karena minyak sawit mentah secara alami mengandung asam lemak bebas (FFA) yang merupakan produk samping dari proses ekstraksi minyak sawit. FFA ini berkontribusi terhadap tingkat keasaman minyak sawit, yang dapat berdampak negatif terhadap rasa, bau, dan umur simpannya. Tingkat keasaman yang tinggi dapat membuat minyak sawit lebih cepat menjadi tengik, sehingga menyebabkan rasa tidak enak dan nilai gizinya berkurang.
Terlebih lagi, kadar FFA yang tinggi dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, menurunkan keasaman melalui proses deasidifikasi minyak sawit tidak hanya meningkatkan kualitas minyak sawit tetapi juga memastikan memenuhi standar keamanan.
Proses deasidifikasi minyak sawit:
Proses deasidifikasi minyak sawit biasanya melibatkan metode pemurnian kimia yang menggunakan larutan alkali untuk menetralkan FFA. Berikut rincian bertahap proses deasidifikasi minyak sawit:
1.Pretreatment:
Sebelum proses deasidifikasi minyak sawit, minyak sawit mentah menjalani proses pretreatment seperti degumming untuk menghilangkan kotoran seperti fosfolipid.
Proses deasidifikasi dan degumming minyak sawit
2. Netralisasi Alkalin:
Proses deasidifikasi minyak sawit sebenarnya melibatkan penambahan alkali, biasanya natrium hidroksida (soda kaustik), ke dalam minyak sawit. Bahan kimia ini bereaksi dengan FFA membentuk sabun—campuran garam asam lemak yang tidak larut dalam minyak.
3. Pemisahan:
Stok sabun kemudian dipisahkan dari minyak sawit melalui gaya sentrifugal atau dengan pengendapan dan penyaringan. Hal ini menghasilkan minyak sawit olahan dengan kandungan FFA yang berkurang secara signifikan.
4. Mencuci:
Setelah pemisahan, minyak sawit dapat dicuci dengan air untuk menghilangkan sisa alkali dan sisa sabun, sehingga menjamin kemurnian produk akhir.
5. Pemutihan dan Penghilang Bau:
Setelah proses deasidifikasi minyak sawit, minyak sawit sering kali diputihkan menggunakan tanah aktif untuk menghilangkan sisa warna. Selanjutnya, minyak tersebut mengalami penghilangan bau untuk menghilangkan bau yang tidak diinginkan, sehingga menghasilkan minyak yang lembut dan stabil yang cocok untuk berbagai kegunaan.
Mesin penghilang bau pada proses penyulingan minyak sawit
6. Kontrol Kualitas:
Sepanjang proses ekstraksi minyak sawit, langkah-langkah pengendalian kualitas yang ketat diterapkan untuk memastikan minyak memenuhi standar keasaman tertentu, serta indikator kualitas dan keamanan lainnya.
Singkatnya, proses deasidifikasi minyak sawit merupakan langkah penting dalam proses pemurnian minyak sawit. Hal ini dilakukan untuk menghambat pertumbuhan FFA, yang dapat membahayakan kualitas dan keamanan minyak sawit. Sebagai seorang profesional mesin pengolah minyak nabati produsen, kami dapat menyesuaikan proses penyulingan minyak sawit yang sesuai untuk Anda berdasarkan kebutuhan dan biaya investasi Anda. Perlu dicatat bahwa mesin penyulingan minyak sawit merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipilih pada bagian tertentu. Tidak mungkin memperoleh minyak sawit yang memenuhi standar nasional hanya dengan mengolah sebagian proses penyulingan minyak sawit saja. Jika Anda membutuhkan mesin penyulingan minyak sawit, Anda dapat menghubungi kami.
SEBELUMNYA: Apa saja metode penggilingan minyak kacang sawit? Apa perbedaannya?
BERIKUTNYA: Apa prinsip kerja mesin kerupuk dan pemisah inti sawit?
Tinggalkan pesan
Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang Mengapa minyak sawit mengalami deasidifikasi selama proses pemurnian? Bagaimana cara melakukan deasidifikasi? . Mohon tinggalkan nomor telepon Anda, Kami akan menghubungi Anda secepatnya setelah kami menerima pesan Anda.
-
Bagaimana cara memulai pabrik penggilingan dan pengolahan kelapa sawit?
-
Bagaimana cara memulai bisnis pengolahan minyak sawit di Nigeria?
-
Bagaimana cara memproduksi minyak nabati olahan dari minyak inti sawit?
-
Apa saja langkah-langkah dalam produksi minyak sawit?
-
FAQ Tentang Mesin Ekstraksi Minyak Inti Sawit
-
Apa Keuntungan Menggunakan Mesin Penyulingan Minyak Nabati Profesional
-
Unit Pengepres Minyak Sawit Plug-and-Play Henan Glory 1T/H
-
Proses Langkah-demi-Langkah: Cara Kerja Mesin Penyulingan Minyak Inti Sawit