Jalan keluar bagi produsen kelapa sawit Indonesia
Ketika produsen minyak sawit dalam negeri berjuang menghadapi berbagai hambatan di negara tujuan ekspor, mulai dari tindakan perbaikan perdagangan yang berulang hingga masalah lingkungan hidup, produsen minyak sawit beralih ke potensi besar pasar lokal.
Produsen biofuel lokal telah mengambil langkah-langkah untuk memanfaatkan pasar domestik. Misalnya, tahun ini mereka akan menjual produk turunan minyak sawit, asam lemak metil ester (FAME) dalam jumlah besar kepada pengguna domestik. Doing Group dapat memasang dan memproduksi mesin produksi minyak sawit untuk pelanggan, kapasitasnya mulai dari 1T/Jam hingga 50T/Jam. anda dapat menghubungi untuk info lebih lanjut.

Jalan keluar bagi produsen kelapa sawit Indonesia
Pasar lokal dapat menyerap hingga 3,5 juta kiloliter biofuel, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu, menurut Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi). Produksi biofuel dalam negeri mungkin mencapai 5,6 juta kiloliter tahun ini, dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Peluang baru ini mengikuti kebijakan pemerintah yang mewajibkan kandungan metil ester sawit yang lebih tinggi dalam campuran bahan bakar diesel.
Dengan kebutuhan campuran biofuel sebesar 10 persen, perusahaan minyak dan gas milik negara PT Pertamina mungkin membutuhkan hingga 5,3 juta kiloliter bahan tersebut, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 6,6 juta kiloliter. Sejauh ini, mereka telah memperoleh 2,4 juta kiloliter, kurang dari separuh kebutuhan keseluruhan.
Namun saat ini, sebagian besar produk masih diekspor karena penyerapan yang moderat oleh pengguna lokal, menurut ketua Asosiasi Produsen Oleokimia Indonesia (Apolin) Togar Sitanggang.
Asam lemak dan alkohol lemak merupakan bahan untuk menghasilkan surfaktan, bahan kimia yang digunakan dalam sampo, kosmetik, perlengkapan mandi, dan deterjen. Masih terdapat beberapa produsen surfaktan lokal, seperti Musim Mas dan produsen bahan kimia khusus yang berbasis di Jerman, Evonik.
“Industri ini mungkin akan tumbuh dalam dua hingga lima tahun ke depan,” kata Togar, seraya menyebutkan perlunya investasi baru. Namun, menurutnya, hal ini mungkin memerlukan perbaikan dalam iklim bisnis secara keseluruhan di negara ini dan kebijakan yang konsisten, seperti pajak ekspor.
SEBELUMNYA: Prakiraan pasar minyak sawit di Afrika
BERIKUTNYA: Industri minyak sawit di Malaysia(1)
Tinggalkan pesan
Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang Jalan keluar bagi produsen kelapa sawit Indonesia . Mohon tinggalkan nomor telepon Anda, Kami akan menghubungi Anda secepatnya setelah kami menerima pesan Anda.
-

Apa alasan mengapa minyak sawit bisa dimanfaatkan secara luas?
-

Berapa biaya untuk mendirikan pabrik kelapa sawit skala kecil di Nigeria?
-

-

6 Alasan Mengapa Produksi Minyak Inti Sawit di Nigeria merupakan Investasi Cerdas
-

Bagaimana cara mendapatkan minyak inti sawit di pabrik pengolahan minyak inti sawit?
-

Bagaimana cara memulai pabrik pengolahan kelapa sawit di Kamerun?
-

Mengapa Anda bisa berinvestasi dalam bisnis pengolahan minyak sawit di Ghana?
-

Apa alasan yang mempengaruhi hasil minyak dari alat pengepres minyak sawit?
-

Berapa biaya untuk mendirikan pabrik penyulingan minyak sawit mini?
-

Bagaimana cara memulai pabrik pengolahan minyak inti sawit di Liberia?
-

Proyek Mesin Pengolah Minyak Sawit dan Inti Sawit 2tph di Nigeria
-

-

-

Mesin pengepres minyak sawit berkapasitas 1tph berhasil dipasang di Lagos, Nigeria
-

-

Proyek pabrik penyulingan minyak nabati tipe batch 2tpd di Cina
-

Proyek pabrik pengolahan minyak sawit berkapasitas 1tph di Nigeria
-

Proyek pabrik pengolahan minyak sawit dan inti sawit berkapasitas 500kg/jam di Ghana
-

-

Proyek penyulingan dan pabrik fraksinasi minyak sawit berkapasitas 30tpd berhasil dipasang di Uganda