Limbah pabrik kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia

Tanggal: 23 Desember 2014/ Berita industri/ Ngobrol daring Tinggalkan pesan
Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman yang paling umum di wilayah tropis di Malaysia dan Indonesia. Ekstraksi minyak sawit dari buahnya melibatkan sejumlah prosedur pengolahan. Dalam proses ekstraksi dibutuhkan air dalam jumlah besar. Diperkirakan dibutuhkan sekitar 1,5m3 air untuk mengolah satu ton tandan buah segar (TBS), setengah dari jumlah tersebut berakhir sebagai limbah cair pabrik kelapa sawit (POME). Limbah pabrik kelapa sawit mentah berbentuk cairan kental berwarna coklat dan ditandai dengan PH rendah, kebutuhan oksigen biologis dan kimia yang tinggi, kadar garam dan padatan tersuspensi yang tinggi. Akibatnya, pembuangan limbah pabrik kelapa sawit berpotensi mencemari saluran air penerima.

 Selain pemanfaatan langsung seperti irigasi tanaman dan penggunaan sebagai pakan ternak, banyak metode telah dikembangkan untuk mengendalikan polusi POME, termasuk penuangan dan pengeringan, penguapan, koagulasi, flotasi, ultrafiltrasi dan berbagai teknologi biodegradasi aerobik dan anaerobik. Saat ini sekitar 85% pengolahan limbah pabrik kelapa sawit didasarkan pada sistem kolam anaerobik/fakultatif/aerobik oleh pabrik kelapa sawit Malaysia. Sistem pengolahan ini hemat biaya, hanya membutuhkan ruang yang memadai, biaya investasi lebih sedikit.

minyak sawit malaysia
Limbah pabrik kelapa sawit

Tinggalkan pesan

Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang Limbah pabrik kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia . Mohon tinggalkan nomor telepon Anda, Kami akan menghubungi Anda secepatnya setelah kami menerima pesan Anda.

Nama Negara E-mail* Telepon* Pertanyaan